Perhutani dan Bank Indonesia Perkuat Pengembangan Agroforestri Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Ekonomi Tanggal: 2026 - 07 - 07 3 views Penulis: Nayla Hibalia
Perhutani dan Bank Indonesia Perkuat Pengembangan Agroforestri Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
TASIKMALAYA, PERHUTANI (07/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya memperkuat sinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya dalam pengembangan usaha agroforestri berbasis pemberdayaan masyarakat desa hutan. Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi yang berlangsung di Kantor Perum Perhutani KPH Tasikmalaya, pada Kamis (02/07).

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Administratur/KSKPH Tasikmalaya, Rodiana Rahman, didampingi Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan (HKAKP), Salim. Dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya hadir Kepala Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusi, dan Syariah, Indah Pratiwi Mursanti beserta jajaran.

Koordinasi tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi dalam pengembangan komoditas agroforestri di kawasan hutan, meliputi kopi, kakao, madu hutan, gula aren, rempah-rempah, serta hasil hutan bukan kayu (HHBK). Selain itu, kedua belah pihak membahas penguatan kelembagaan kelompok tani hutan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hilirisasi produk, penguatan merek (branding), akses pembiayaan, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar guna meningkatkan daya saing produk dan kesejahteraan masyarakat desa hutan.

Wakil Administratur/KSKPH Tasikmalaya, Rodiana Rahman, menyampaikan bahwa pengembangan agroforestri merupakan bagian dari strategi Perhutani untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, lestari, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Perhutani terus mendorong pengembangan agroforestri sebagai bagian dari pengelolaan hutan lestari. Potensi kopi, madu, gula aren, dan komoditas hasil hutan lainnya di wilayah KPH Tasikmalaya memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan. Melalui sinergi bersama Bank Indonesia, kami berharap lahir berbagai program-program yang mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa hutan,” ujar Rodiana.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusi, dan Syariah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Indah Pratiwi Mursanti, menyampaikan bahwa Bank Indonesia mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi melalui pendekatan pengembangan ekosistem usaha dari hulu hingga hilir.

“Agroforestri memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Bank Indonesia siap mendorong penguatan kapasitas UMKM, peningkatan kualitas produk, pengembangan rantai nilai, digitalisasi, serta perluasan akses pasar agar komoditas unggulan dari kawasan hutan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” ungkap Indah.

Melalui sinergi ini, Perhutani KPH Tasikmalaya dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya berkomitmen membangun kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan usaha agroforestri. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat desa hutan sekaligus mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan melalui optimalisasi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). (Kom-PHT/Tsm/Irbas)